Kemana Cinta Pergi di Tahun Baru?

Happy
New Year, 2006:

Semoga
banyak hal yang jadi lebih baik.

Catatan Akhir Tahun (about love):

Seperti tahun
yang udah lewat, kagak ada Cinta malam ini buat JombloSudahSangatHina kayak
gua. Bentar lagi smester 4 Cos! Tapi gua masih juga nge-jomblo, tersesat,
terjebak, tak berdaya di antara lirikan dan senyuman maut cewek-cewek maniz di
UI yang kebanyakan mengenakan busana model “insert coin” (masukan koin),
hehehehe… :-p

Sebabnya tentu
kompleks, kenapa gua masih juga nge-jomblo. Mungkin karena gua kurang maksimal
usaha hunting & pedekate (gua emang gak mahir ngedeketin cewek), atau
terlalu memilih (pilih-pilih dikit wajar kan; ini soal temen hidup; soulmate…Cos!). Mungkin karena perasaan minder dan kurang pede yang selalu
menghambat gua memulai usaha ngedeketin cewek (coz muka gua emang sama sekali
nggak mirip sama Tora Sudiro, dan terkadang gua ngerasa belom punya cukup duit
tuk ngajak cewek ke Centro atau Ragunan, misalnya :-p). Mungkin juga karena
frustasi dan sedikit trauma, efek dari akumulasi patah-hati yang relatif
terlampau sering sebelumnya. Mungkin karena gua belom dewasa dalam mencintai
seseorang: terjebak dalam narsisme dan cinta yang cengeng. Tapi, ah sudahlah,
untuk sederhananya, anggap aja belum jodoh.

Seandainya ada
soulmate yang bisa gua ajak bermalam-mingguan sekaligus bermalam tahun baruan:
menikmati alunan musik dan segelas espresso di cafe terapung Selat Sunda
(Patrajasa, Anyer - Carita), atau mencicipi bebek panggang di Puncak Bogor. Ah,
mimpi yang manis. Nyatanya, saat ini, malam tahun baru ini, gua “kesepian”,
terpaksa asik sendiri di kamar Asrama Mahasiswa UI Depok Blok D.1 No. 323.

Ditemani
lagu-lagu jadul via winamp, segelas teh hangat, sekotak malkist crackers, gua
tulis puisi di bawah ini. Berbicara dalam bahasa puisi, acap kali lebih
melegakan dan membuat gua ngerasa lebih sehat dari sebelumnya. Selamat membaca
& Thanks be 4 J

Salam Hangat,

Endang Rukmana

Kemana Cinta Pergi di Tahun Baru?

Izinkan satu detik lagi, di antara tiupan terompet

Kucari Cinta

Izinkan, meski tahun telah terganti

Di keriuhan samudera bunga api, biar kucari jejakmu cintaku!

Seperti tahun lalu, izinkanlah

Kuteriakan namamu Cinta, di kedalaman lubuk harap dan doa

Dan jika tak kutemu,

Izinkanlah kubertanya, meski kata “jawab” telah hilang dari
Kamus Besar Bahasa Kita:

Kemana kau pergi di tahun baru, Cintaku?

Aku menunggumu, di bibir waktu.

Asrama Mahasiswa UI
Depok Blok D.1 No. 323,

31 Desember 2005,
Pukul 23.55 WIB – 1 Januari 2006, Pukul 01.01 WIB

Leave a Reply