Kita Masih Bisa Beli Beberapa Puisi
Kita Masih
Bisa Beli Beberapa Puisi
Di tebing matamu Emak, sejuta
murung bertengger
Kudengar riak resah, kuhafal debur
gundah, dan gemuruh amarahmu
Sebab anak-anakmu
Makan sisa nasi goreng dingin sore
ini
Tak ada ikan dari nelayan
Cuma garam pelengkap kesedihan,
jadi lauk nanti malam
Emakku, makanlah
Redakanlah segala riak, debur, dan
gemuruhmu
Usah khawatir dengan periuk yang
kosong itu
Sungguh, aku masih bisa beli
beberapa puisi
Untuk dimakan esok hari.
Pada Sebuah
Kontrakan Kecil di Kaujon,
4
April 2004